Google Tolak Hapus Video Kontroversi di YouTube

Desakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir film "Innocence of Muslim" yang beredar luas di layanan video YouTube. Setelah melakukan peninjauan, Google mengonfirmasikan, video kontroversial tersebut akan tetap ada di YouTube. Tapi YouTube memang telah memblokir akses ke video tersebut untuk di sejumlah negara.

Artinya, video penghinaan agama itu masih bisa diakses di negara lain. Pasalnya, secara umum YouTube masih menganggapnya tidak melanggar pedoman layanan mereka. 

"Kami bekerja keras menciptakan sebuah komunitas yang bisa dinikmati setiap orang dan memungkinkan mereka mengekspresikan opini berbeda," demikian alasan juru bicara Google selaku pemilik situs berbagi video tersebut. 

Google menyadari, hal ini memang akan menjadi tantangan, karena konten yang dianggap tidak apa-apa di sebuah negara, mungkin menyinggung di negara lain. 

Gedung Putih pun sudah meminta Google untuk meninjau video yang memancing protes di kalangan umat muslim terutama di Timur Tengah tersebut dan mengharuskan Google menentukan apakah konten di video itu melanggar aturan atau tidak. 

"Video yang beredar luas ini masih dalam koridor aturan kami. Dengan demikian, tetap akan ada di YouTube. Namun demikian, kami membatasi aksesnya di negara-negara yang tidak menginginkannya seperti India, Indonesia, Libya dan Mesir," demikian pernyataan Google.

Dilansir New York Times, Minggu (16/9/2012), Google mengatakan keputusannya tersebut konsisten dengan kebijakan berkaitan dengan konten kontroversial tahun 2007, dimana Google bisa bertindak tak hanya berdasarkan kebijakan hukum miliknya tetapi juga norma kultural. 

"Sebuah konten yang legal mungkin tidak bisa diterima di satu wilayah. Kami sangat memahami pengguna kami, maka kami berupaya menyesuaikannya dengan kebutuhan dan budaya setempat," kata Rachel Whetstone, Senior Vice President Communications and Public Policy di Google.

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo