Google Tak Berdaya Hapus "Innocence of Muslim" dari YouTube

Desakan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk memblokir film "Innocence of Muslim" yang beredar luas di layanan video YouTube, tampaknya bukan tugas mudah bagi Google. Buktinya, seperti yang dipantau Sabtu (15/9), sejumlah trailer dari film yang menghina Islam tersebut masih bisa diakses di layanan video milik Google itu. 

PT Google Indonesia yang dihubungi sebelumnya mengakui bahwa Kementerian Kominfo, sejak Kamis pagi, telah meminta mereka untuk memblokir semua video terkait film itu dari YouTube.

Tetapi seperti yang diakui dalam pernyataan resminya, Google mengatakan mereka sesungguhnya tidak berdaya untuk memantau semua video yang masuk dan melenyapkan semua video yang penghinaan dari YouTube.

"Dengan video sebanyak 72 jam diunggah setiap menit di YouTube, kami tidak bisa mengomentari kasus-kasus tertentu," bunyi pernyataan tertulis Google yang diterima Kamis malam.

"Meskipun kami mendukung akses sebesar-besarnya ke konten dan informasi yang ada, kita akan, kadang-kadang, membatasi konten secara khusus untuk satu negara sesuai dengan hukum yang berlaku dan memenuhi permintaan otoritas pemerintah atau pengguna jika konten melanggar hukum atau Pedoman Komunitas kami," bunyi pernyataan itu lebih lanjut.

Film yang diproduksi di Amerika Serikat itu sebelumnya telah memicu aksi massa di sejumlah negara Timur Tengah. Kedutaan Besar AS Mesir, Libya, dan Yaman diserbu masyarakat sejak Senin (10/9). Bahkan situasi kian genting setelah Duta Besar AS untuk Libya, Christopher Stevens tewas di tangan demonstran ketika sedang berada di Kantor Konsulat AS di Benghazi, Selasa (11/9).

Sebelumnya Menteri Kordinator Politik, Hukum, dan Pertahanan dalam siaran persnya "menginstruksikan kepada Menkominfo agar segera melakukan tindakan yang dianggap perlu terkait dengan peredaran film tersebut di YouTube.

"Kementerian Kominfo bisa meminta penghentian penyiaran film yang memanfaatkan ruang YouTube tersebut," tegas Menkopolhukam.

Kementerian Kominfo sendiri, seperti yang diakui Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Kemenkominfo, Gatot S. Dewa Broto, Kamis malam, sudah mendesak Google untuk memblokir video itu dari YouTube agar tidak menciptakan keresahan di tengah masyarakat Indonesia.

"Sudah ada jawaban dari pihak Google," kata Gatot, yang kemudian melanjutkan dengan optimis, "Mereka akan remove kontennya sebentar lagi (secepatnya)."

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo