Canon PowerShot 100 Review

Dengan permintaan untuk menjadi lebih kecil, kamera digital pun harus memiliki spesifikasi yang canggih. Oleh karena itu produsen kamera harus berjuang mendorong batas  agar bisa mendapatkan uang dari konsumennya.

Ketika pengembangan compacts high-end telah datang, Canon biasanya berhasil dalam penjualannya. Dengan kamera terbaru sistem compact (CSC, Compact System Cameras), produsen kamera harus bekerja lebih keras membuat compact menjadi lebih canggih dari sebelumnya untuk mendapatkan pelanggan.

Untuk itu, Canon telah berjuang habis-habisan ketika mengembangkan pengganti Power Shot S95 yang sudah tua. Power Shot S100 adalah hasilnya, dengan menggabungkan 12.1 MP, 1/1.7 inch sensor CMOS, 24-100 mm (setara dengan 35mm) lensa zoom, prosesor terbaru DIGIC 5 dan GPS adalah compact yang penuh akan fitur yang ditujukan untuk penggemarnya yang sudah maju.

Dibandingkan dengan pendahulunya, S100 telah mengalami beberapa perubahan yang radikal, seperangkat fiturnya dirubah total. Sensor kamera satu ukuran dengan model S95, tetapi CCD pada model lama telah ditukar dengan CMOS. Selain itu resolusi telah dimaksimalkan di 12.1 MP (ukuran maksimum gambar 4,000 x 3,000 piksel), jauh dengan pendahulunya S95 yang hanya 10 MP (3,648 x 2,756 piksel).

Disamping itu, prosesornya pun telah ditingkatkan dari DIGIC 4 ke versi  yang terbaru DIGIC 5. Peningkatan tersebut menjanjikan dalam hal kecepatan dan kualitas gambar yang lebih baik. Sensitivitas ISO yang ditawarkan dari model baru ini diperluas hingga mencakup ISO80-6400, sedangkan S95 maksimal di ISO3200. S100 memiliki kemampuan untuk menjepret file mentah,  dan menawarkan mode default burst yang sangat cepat, 2.3 fps dibandingkan dengan sebelumnya 0.9 fps, serta kecepatan tinggi mode baru Burst-HQ yang dapat menangkap hingga delapan resolusi penuh pada tingkatan 9.6 fps. (Tri Puji)

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo