Banjir di Thailand Berdampak Pada Keuntungan Nikon

Pendapatan dari operasional perusahaan Nikon telah mengalami penurunan keuntungan mencapai 25 milyar yen setelah banjir di Thailand menenggelamkan salah satu dari pabrik kamera terbesar mereka.

Pendapatan operasional mereka telah dipotong sebanyak 22 % di bawah ekspektasi awal pasar. Sebelumnya Nikon telah berharap untuk mencatat penjualan mereka, namun ternyata nampaknya mereka tidak akan melakukannya setelah beberapa kerugian yang disebabkan oleh banjir ini.

Beberapa pabrik di Thailand telah tenggelam oleh banjir tersebut. Beberapa perusahaan elektronik lainnya juga telah melaporkan hal yang sama. Banjir itu sendiri dikabarkan telah melumpuhkan keuntungan dari perusahaan Nikon sampai 25 milyar yen atau setara dengan 200 juta Poundsterling. Walaupun begitu, kini perusahaan Nikon telah mencoba untuk bangkit kembali dengan merencanakan produksi di beberapa titik lain pada bulan Desember untuk memenuhi supply permintaan pasar.

Nikon sebelumnya mengeluarkan statement bahwa mereka tidak akan dapat me-restart operasi mereka pada pabrik di Thailand setidaknya sampai bulan Januari mendatang. Sedangkan untuk mencapai volume produksi maksimal mereka sendiri baru menargetkan akan tercapai pada bulan Maret setelahnya.

Sebelumnya estimasi pasar mengenai keuntungan dari Nikon adalah senilai 81 milyar yen, namun Nikon kini hanya mengharapkan keungtungan sekitar 67 milyar yen saja pada tahun ini.

Rekor penjualan kamera telah menunjukkan profit yang berlipat sampai 61,1 milyar yen, namun Nikon kini harus menekan penjualan unitnya untuk penggantian lensa kamera internal mereka sekitar 13 % sampai4,7 juta unit. Di lain pihak prediksi penjualan tertinggi dari mereka diperkirakan berasal dari penjualan compact digital camera yang mencapai 16 juta unit. (Tirta)

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo