60% Pengguna YouTube Memakai Bahasa Selain Inggris

Sebuah fakta yang cukup mencengangkan ditampilkan dalam sebuah statistik. Sisi positif yang dapat kita ambil adalah situs Youtube telah benar-benar go international. Hal ini tergambar dengan statistic yang menunjukkan bahwa 60 % dari penggunanya telah memilih bahasa lain selain bahasa Inggris. Ditambah lagi masih banyak orang diluar 60 % tersebut yang berasal dari Negara lain namun tetap menggunakan bahasa Inggris.

Berita ini didapat dari salah satu juru bicara Google yang mengeluarkan statistic tersebut pada GigaOm dua hari yang lalu. Perlu diingat bahwa sang juru bicara ini pernah membawa YouTube kembali pada tahun 2006. Mungkin hal ini tidak terlalu mengejutkan, Youtube baru saja mengumumkan bahwa mereka telah menawarkan situs mereka pada IsiZulu dan Afrikaans setelah setahun sebelumnya merilis di Kiswahili dan Amharic.

Faktanya, berdasarkan situs resmi Youtube, anda dapat menonton video tentang kucing dengan total 43 pemilihan bahasa yang berbeda. Ditambah lagi 70 % trafiknya didatangkan dari luar Negara Amerika Serikat. Mempertimbangkan hal itu, upaya dan trepidasi finansial melalui asosiasi dengan move to the U.K. dan Ireland dari Netflix ternyata cukup hebat.

Memang benar, konten berlisensi masih menjadi juaranya, namun hal ini tidak menyebar ke seluruh dunia dengan baik. Competitor mereka seperti Vimeo sepertinya dapat menyediakan video kualitas tinggi dan durasi yang lebih baik, namun waktu yang lama untuk melihat video tidak tersebar di berbagai Negara dengan infrastruktur internet yang terbatas. Ada sebuah alasan mengapa Youtube menjadi sesuatu yang berskala global; konsep menerjemahkan bahasa berjalan baik di Negara lain dan YouTube telah mengambil keuntungan dari itu, ditambah lagi kini mereka tengah menjalin kerja sama di 25 negara berbeda. (Tirta)

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo