Teknologi Sound System Mematikan Fungsi Concert Hall Sebenarnya

Pernahkah Anda datang ke sebuah konser musik? Belakangan ini konser-konser band musik dari luar negeri sering di gelar di tanah air kita. Beberapa konser tersebut ada yang dilakukan dalam ruangan tertutup seperti Concert Hall. Namun pernahkah Anda mengetahui kinerja Concert Hall yang sebenarnya?

Pada dasarnya bagian indoor dari suatu Concert Hall didesain menggunakan ilmu akustik dan fisika bangunan. Concert Hall yang sebenarnya dirancang untuk mengadakan konser musik klasik yang menggunakan instrumen-instrumen tanpa daya listrik. Begitu juga dengan pembicara maupun penyanyinya. Desain Concert Hall sudah diatur sedemikian rupa sehingga suara dari performer dapat didengar oleh seluruh ruangan tanpa menggunakan sound system maupun amplifier.

Di Indonesia belum banyak penikmat musik yang menikmati arti dari Concert Hall sebenarnya. Bahkan sound engineer lebih terkenal dibandingkan acoustic engineer sehingga menyebabkan musik dengan sound system lebih terkenal dibandingkan dengan musik tanpa sound system. Padahal di luar negeri sendiri (semisal Broadway di New York) musik tanpa sound system di concert hall merupakan suatu kenikmatan dengan gengsi yang cukup tinggi.

Salah satu dosen program studi Teknik Fisika dari Institut Teknologi Bandung yaitu Bapak IGN Merthayasa sedang melakukan research untuk meningkatkan pamor dari musik tanpa sound system dengan mencoba membangun budaya cinta kesenian daerah. Apabila kecintaan musik daerah sudah meningkat, maka program untuk membuat gedung kesenian Indonesia yang ideal akan dapat terwujud sehingga concert hall (dalam fungsi yang sebenarnya) di Indonesia akan semakin populer.
Jadi bagi Anda yang sering menghabiskan ratusan hingga jutaan untuk menonton konser elektronik, sesekali cobalah konser yang benar-benar memanfaatkan fungsi concert hall dengan baik dan rasakan sensasinya.
(Tirta)

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo