Jejaring Sosial Mengancam Email


Layanan jejaring sosial tidak lagi menjadi media komunikasi pribadi, tetapi juga bisnis. Firma riset Gartner Inc memperkirakan, pada 2014 sekitar 20 persen karyawan di dunia tidak lagi menggunakan email untuk melakukan komunikasi bisnis, melainkan menggunakan jejaring sosial.

Seperti yang dikutip dari mashable, perlu diketahui pengguna layanan jejaring sosial di dunia akan melampaui 900 juta orang pada 2010 dan akan meningkat dua kali lipat menjadi 1,85 miliar orang pada 2015.

"Jejaring sosial mulai mengancam email karena layanan jejaring sosial mampu menawarkan fungsi komunikasi, termasuk fitur email, yang semakin kaya," ujar Research Vice President Gartner Inc Monica Basso.

Memperkuat perkiraan Gartner, firma riset Strategy Analytics Inc menilai, popularitas layanan jejaring sosial memang melambung tinggi di dunia. Strategy Analytics memperkirakan, populasi pengguna layanan jejaring sosial di dunia pada 2010 akan melampaui 900 juta orang.

"Dalam lima tahun mendatang, populasi global pengguna layanan jejaring sosial seperti Facebook, MySpace, dan Twitter akan meningkat dua kali lipat. Alhasil, pengguna jejaring sosial di dunia pada 2015 akan mencapai 1,85 miliar orang," tutur Director Digital Media Research Strategy Analytics Inc Martin Olausson.

Strategy Analytics menjelaskan, pendorong utama pertumbuhan populasi pengguna layanan jejaring sosial di dunia adalah wilayah Asia Pasifik. Strategy Analytics mengaku, pada 2009 memang hanya terdapat 40 persen pengguna internet di Asia Pasifik yang memanfaatkan layanan jejaring sosial.

Dibandingkan populasi pengguna jejaring sosial di wilayah lain, Strategy Analytics menegaskan, populasi pengguna jejaring sosial di Asia Pasifik pada 2009 terbilang rendah. Sebab, Strategy Analytics menggarisbawahi,pada 2009 sebanyak 60 persen pengguna internet di Amerika Utara dan Eropa Barat sudah memanfaatkan jejaring social

"Akan tetapi, pada lima tahun mendatang populasi pengguna jejaring sosial di Asia Pasifik akan jauh melampaui populasi pengguna jejaring sosial di Amerika Utara dan Eropa Barat karena populasi pengguna jejaring sosial di Asia Pasifik bertambah sangat cepat pada setiap tahun," papar Olausson. Kendati industri jejaring sosial menjanjikan pertumbuhan sangat tinggi, Gartner memperingatkan, para penyedia layanan jejaring sosial harus cerdik dalam berbisnis di pasar tersebut.

Sebab, Gartner menjelaskan, industri jejaring sosial global memiliki suhu kompetisi sangat tinggi. Dalam penilaian Gartner, tantangan utama industri jejaring sosial global adalah keberagaman profil pengguna. Gartner memaparkan, pengguna jejaring sosial di Amerika Utara memiliki motivasi berbeda daripada pengguna jejaring sosial di Asia Pasifik,atau pun Eropa Barat.

"Tantangan terbesar yang dihadapi para penyedia layanan jejaring sosial adalah Asia Pasifik. Alasannya, Asia Pasifik memiliki tingkat difersivikasi pengguna yang jauh lebih tinggi daripada wilayah- wilayah lain di dunia," jelas Research Director Gartner Inc Nick Ingelbrecht.

Gartner mencontohkan, pendorong utama pertumbuhan layanan jejaring sosial di China,Jepang, dan Korea Selatan adalah tingginya minat konsumen terhadap layanan game online. Sebaliknya, Gartner menegaskan,konsumen di India lebih suka memanfaatkan layanan jejaring sosial yang menawarkan fitur perjodohan.

Di Indonesia, Gartner menegaskan, minat konsumen ternyata berbeda pula. Sebab, Gartner menilai, konsumen di Indonesia lebih tertarik menggunakan layanan jejaring sosial yang menawarkan fitur blogging. Profil konsumen Indonesia tersebut, Gartner menilai, hampir sama dengan profil konsumen di Singapura dan Filipina. Untuk memenangi pasar, Gartner menyarankan, para penyedia layanan jejaring sosial harus mampu menawarkan fitur yang selaras dengan minat konsumen lokal. Jika tidak, Gartner mempe-ringatkan, layanan jejaring sosial dipastikan tidak akan berumur panjang.

"Buktinya sudah banyak. Layanan- layanan jejaring sosial seperti Friendster, Cyworld, Mixi, dan RenRen sempat sukses di Asia Pasifik. Namun demikian, sukses layanan-layanan jejaring sosial tersebut ternyata tidak berumur panjang," tandas Ingelbrecht. Tetapi di samping keberagaman, Gartner mengungkapkan, pengguna layanan jejaring sosial ternyata memiliki pula suatu keseragaman.

Survei Gartner menemukan, sekitar seperlima pengguna layanan jejaring sosial di dunia memanfaatkan jejaring sosial untuk mencari informasi atau rekomendasi sebelum membeli sesuatu.

"Survei ini membuktikan bahwa jejaring sosial telah membentuk perilaku belanja para konsumen. Sebab,pada saat ini terdapat cukup banyak konsumen yang mengandalkan informasi dan rekomendasi dari jejaring sosial untuk memilih produk," tutur Ingelbrecht.

Gartner menegaskan, layanan jejaring sosial akan semakin populer di dunia karena terdapat semakin banyak smartphone yang mendukung aplikasi jejaring sosial. Produsen sistem telekomunikasi dan komunikasi data Telefonaktiebolaget L M Ericsson menambahkan, pada saat ini terdapat lebih dari 200 operator seluler di 60 negara di dunia yang menawarkan fitur jejaring sosial dalam mempromosikan produk seluler.

Pada saat yang sama, Ericsson menemukan, terdapat pula lebih dari 100 juta pelanggan seluler di dunia yang aktif mengakses layanan jejaring sosial menggunakan smartphone.

"Akibatnya, layanan jejaring sosial menguasai pangsa semakin besar dalam lalu lintas data seluler di dunia," tandas President & Chief Executive Officer Telefonaktiebolaget L M Ericsson Hans Vestberg.

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo