5 Kekurangan dari Microsoft Kinect


Kinect, yang merupakan perangkat Xbox 360 buatan dari Microsoft memungkinkan si pemain mengontrol permainan dengan tubuh, suara, dan gerak tangan, akan dijual di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) mulai 10 November, empat hari setelah peluncuran di AS, kata perusahaan pada Selasa, disela Gamescom, sebuah pameran dagang video-game terbesar di Eropa.

Kinect juga dilengkapi kamera 3 dimensi dan sensor gerak sehingga memungkinkan pemain bermain dengan menggunakan gerak tubuh dan perintah suara. Jika bermain game balap mobil, pemain tinggal berakting seolah memegang kemudi. Selanjutnya, Kinect yang akan menerjemahkan gerak tangan dan kaki pemain, mau kemana mobil diarahkan. Dengan begitu, meminimalisasi fungsi kontroler yang selama ini hanya digerakan oleh jempol atau jari lain.

Untuk pasar Jepang, Microsoft menawarkan sensor Kinect yang telah dibundel dengan XBox 360 berkapasitas 4 GB, seharga 29.800 yen atau USD 357 (sekitar Rp 3.213.000). Sedangkan untuk Kinect saja harganya dipatok 14.800 yen. Dua game "Kinect Adventure" dan "Kinect Sports" akan melengkapi peluncuran Kinect, empat game lain diluncurkan awal 2011.

Microsoft meluncurkan Kinect agar bisa bersaing dengan produsen konsol lain, Sony (PlayStation 3) serta Nintendo (Wii). Dikutip AFP, Kamis (9/9), Wii tercatat sebagai konsol terlaris dengan angka penjualan lebih dari 70 juta unit. Sementara XBox 360 sendiri hanya mampu meraih angka penjualan tak lebih dari 40 juta.

Namun sayangnya, sejumlah gamer mereasa tidak puas dengan kinerja Kinect. Pasalnya, piranti sensor gerak itu memiliki beberapa aturan main yang menjengkelkan. Seperti yang dikutip dari Ranker, Inilah 5 hal yang paling Menyebalkan dari Kinect:

1. Butuh tempat lebih luas

Dalam buku panduan Kinect disebutkan, perangkat tersebut dapat bekerja dengan baik pada jarak minimal 1,8 meter. Hal ini tentunya sangat menjengkelkan bagi sebagian gamer yang memiliki ruangan terbatas.

2. Ruangan cukup cahaya
Untuk beroperasi dengan baik, Kinect juga membutuhkan ruangan dengan sistem pencahayan yang baik. Jika tidak, maka sensor akan kesulitan mengenali gerakan pemain.

3. Jangan duduk
Pada dasarnya Kinect memang tidak dirancang untuk dimainkan sembari duduk. Jadi, memang membutuhkan kondisi tubuh yang kuat untuk dapat menikmati Kinect berlama-lama.

4. Atur tata letak speaker
Tata letak speaker yang berada di dalam televisi juga dianggap bakal mempengaruhi kinerja Kinect. Seperti di bagian atas atau bawah. Maka untuk menghindarinya, gamer harus pandai mengatur tata letak speaker.

5. Pakaian yang sesuai
Selain butuh pencahayaan bagus, sensor Kinect juga bisa terganggu ketika gamer mengenaikan pakaian yang berwarna serupa dengan layar belakang ruangan.

Selain kelima hal tersebut, fitur deteksi wajah yang dimiliki Kincet juga dilaporkan mengalami kesulitan mengenali gamer yang berkulit hitam.

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo