Go Daddy Hentikan Registrasi Baru Alamat Domain China

Menyusul langkah Google untuk menghentikan sensor atas layanannya di China, Go Daddy pun melakukan protes serupa. Registrar atau pengelola alamat domain terbesar di dunia tersebut, Rabu (24/3/2010) memutuskan untuk menghentikan pendaftaran alamat domain China (.cn) karena menolak aturan sensor yang diwajibkan Pemerintah China.

Hal tersebut dinyatakan Christine Jones, wakil presiden eksekutif Go Daddy saat rapat dengar pendapat di depan anggota Parlemen AS. Jones menyatakan Go Daddy juga termasuk salah satu perusahaan AS yang mendapat serangan terkoordinasi dari China pada Desember 2009 lalu seperti yang dialami Google.


"Serangan ke Google bertujuan menyusup akun pemilik email. Serangan ke sistem kami didesain untuk mematikan website yang tidak diinginkan," ujarnya. Jones mengatakan saat ini ada 40 juta alamat domian .cn yang dikelola Go Daddy.

Perusahannya mendapat hak untuk mengelola domain China (.cn) oleh CNNIC (China Internet Network Information Centre) sejak Agustus 2005. Domain .cn merupakan domain tertinggi atau Top Level Domain untuk alamat internet di China setara .com, .org, .net dan sejenisnya. Perusahaan dan perorangan yang ingin mempunyai alamat domain dengan akhiran .cn bisa mendaftar melalui Go Daddy.

CNNIC mensyaratkan kepada Go Daddy untuk mengumpulkan identitas pemilik domain dari nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan alamat email. Bahkan, sejak empat bulan lalu, setiap pemiliak domain wajib menyertakan foto setengah badan berwarna, nomor registrasi usaha, dan formulir yang harus ditanda tangani.

"Dengan alasan itulah, kami memutuskan untuk menghentikan penyediaan domain .cn sementara waktu," ujar Jones. Ia mengatakan Go Daddy tidak mau menjadi agen bagi Pemerintah China untuk mematai-matai pengguna internet.

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo