XL-Indosat Siapa Lebih Baik?

Persaingan pelaku telekomunikasi di Indonesia saat ini kian sengit. Ceruk pasar yang potensial merupakan alasan terkuat mengapa persaingan operator benar-benar sengit.

Director Corporate Service PT Exelcomindo Pratama, penyedia seluler XL, Joris de Fretes, menyatakan kualitas layanan dan infrastruktur selalu ditingkatkan pihaknya tiap tahun.

"Sejak berdiri 1996, kami aktif berinovasi. Bahkan, pada 2007 kami sempat mengadakan program tarif murah Rp 1 per detik," katanya, di Surabaya.

Ia menjelaskan, dari program itu jumlah pelanggannya meningkat signifikan menjadi 24,7 juta pada akhir Juni 2009, atau naik 60% dari akhir 2007 (15,5 juta pelanggan).

"Kenaikan ini diperkuat dengan jaringan lebih dari 18.128 Base Tranceiver Station (BTS) baik 2G maupun 3G," ujarnya.

Dengan kenaikan pelanggan secara signifikan, XL mulai berancang-ancang menjadi operator terbesar kedua di Indonesia, dari sebelumnya di posisi ketiga.

"Target ini akan direalisasikan pada Desember 2009, karena revenue share selalu bertumbuh antara 17 persen dan 18 persen saat ini," katanya.

Masih dikatakan Joris, sampai saat ini revenue share perusahaannya dengan pesaing terbesar kedua (PT Indosat,red) jaraknya makin kecil, atau tinggal enam persen.

"Untuk itu, kami yakin target menjadi nomor dua bisa terwujud pada akhir tahun. Tentunya sesuai program tiga tahun lalu yang dicanangkan manajemen," katanya.

Sementara itu, Vice President East Region XL, Kencono Wibowo, menyatakan, sebenarnya pihaknya menginginkan menjadi pemain telekomunikasi pertama di Indonesia.

"Namun, saat ini pihaknya akan memperkuat posisi nomor dua dan meningkatkan jarak dengan operator ketiga," katanya.

Di sisi lain, munculnya indikasi klaim itu, kata dia, karena di wilayah Indonesia Timur, posisinya berada nomor dua dengan total pelanggan 7,5 juta.

"Hal tersebut ditunjang beberapa daerah yang menjadi pasar utama di antaranya Madura, Bali, dan Sulawesi," katanya menegaskan.

Berkat keberhasilan itu, ia semakin optimistis bisa menjadi nomor dua secara nasional.

"Dalam mencapainya kami selalu berkomitmen meningkatkan pelayanan bagi pelanggan baik pelanggan baru maupun mereka yang selama ini setia dengan operator ini," katanya.

Di sisi lain, PT Indosat tampaknya tak terlalu menanggapi klaim XL. Mereka justru menjalankan perusahaannya dengan konsep aliran air yang perlahan namun pasti, bermuara pada ujung terbaik.

"Division Head Marketing & Sales Support" PT Indosat East Java Bali Nusra (EJBN), Ahmad Rusdilfahmi, menilai, hal tersebut merupakan kewajaran.

"Apalagi, jika operator lain saling klaim menjadi terbaik. Itu hal biasa," ucapnya.

Ia optimistis tetap menjadi terbaik kedua di Indonesia karena ketersediaan jaringan dan kualitas layanannya lebih baik daripada operator lain.

"Bahkan, kini jumlah pelanggan Indosat kian melejit. Per September mencapai 36 juta orang dan ketersediaan jaringan 15.428 BTS. Intinya, masyarakat yang menilai mana yang terbaik," katanya.

Sebelumnya, Head of Corporate Communication operator GSM Axis PT Natrindo Telepon Seluler Anita Avianty menegaskan, pihaknya juga ingin memantapkan posisinya sebagai yang pemain telekomunikasi terbesar keempat di Indonesia.

"Kini, jumlah pelanggan kami 6 juta orang atau naik dari tahun lalu sekitar 3 juta," katanya.

sumber: inilah

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo