Ponsel High End Segera Turun Harga

Booming BlackBerry di pasaran membuat harga ponsel high-end diperkirakan bakal segera turun. Selain turun harga, market ponsel high-end juga kurang moncer dibanding BlackBerry.

"Setelah beredarnya BlackBerry Gemini seharga Rp 3,4 juta market ponsel high-end utamanya Nokia mulai tergeser," kata Pemilik Sentra Cellular WTC Surabaya Agus Mulyono.

Diakui Agus Mulyono, alasan konsumen lebih memilih BlackBerry selain lebih simple layanan datanya lebih cepat dibanding ponsel high-end. "Sekarang trennya bukan lagi SMS tapi lebih mengarah ke chatting," tuturnya.

Imbasnya, tambah dia, sebagian besar konsumen lebih memilih memanfaatkan BlackBerry dibanding ponsel high-end. Pasalnya, market leader ponsel high-end semacam Nokia E-71 dan E-63 akan mengalami turun harga.

"Kalau melihat kondisi marketnya seperti ini saya kira harga Nokia E-71 bakal turun dari Rp 4,1 juta menjadi Rp 3,4 juta. Sedangkan Nokia E-63 dari harga semula Rp 3 juta bisa turun menjadi Rp 2,5 juta," tambahnya.

Hal senada juga dikemukakan Area Manager Parastar Ecorindo selaku distributor ponsel Nokia, Sinatra Gunawan. Menurutnya, meski saat ini market Nokia masih menguasai 50 persen di Jatim kemungkinan bakal tergeser oleh hadirnya BlackBerry di pasaran.

"Setahu saya BlackBerry yang ditawarkan operator seluler hasil bundling ditawarkan variatif sangat berdampak pada penjualan Nokia high end," tuturnya.

Keberadaan BlackBerry di pasaran kata Sinatra Gunawan, saat ini mulai menggaet market ponsel high end. Pasalnya, disamping harganya relatif terjangkau oleh konsumen layanan dan fiturnya pun tidak jauh beda dengan ponsel high-end yang terlebih dulu beredar di pasaran.

"Kalau vendor Nokia tidak segera mengubah strategi market tidak lama lagi keberadaannya bakal tergeser oleh BlackBerry," pungkasnya.
sumber

1 comment:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo