Menangguk Untung dari Blog

Blog kini tak sekadar wahana curahan hati, tapi bisa mendatangkan rupiah. Produsen tak segan memasang iklan di blog layaknya di media resmi. Tapi itu bukan perkara mudah.

Di bandingkan negara lain di Asia Tenggara, perkembangan blog di Indonesia terhitung pesat. Saat ini blogger Indonesia diperkirakan mencapai 1,2 juta orang. Dari penetrasi terhitung masih kecil karena pengguna internet di Indonesia mencapai 31 juta. Namun pertumbuhannya terhitung tinggi mencapai 49% per tahun dan tercepat di Asia Tenggara.

Enda Nasution yang sering disebut sebagai bapak blogger Indonesia, menilai aktifitas blogger Indonesia sebagian besar masih merupakan curahan hati. Namun mulai ada yang mendapat hasil sampingan, berupa masuknya iklan di blog yang banyak pengunjungnya.

Blog yang dilirik untuk sarana iklan adalah yang berhubungan dengan otomotif, teknologi maupun gaya hidup. Produsen memasang iklan dengan melihat trafiknya. Blog yang populer rata-rata dikunjungi di atas 500 kali dalam sehari.

Tapi untuk bisa menarik pengunjung dan mendapat iklan, bukan perkara mudah. Rata-rata blog sukses dibuat oleh profesional yang memiliki keahlian di bidangnya. Misalnya saja blog di bidang travelling.

Enda mengatakan produsen tertarik memasang iklan dengan melihat pengaruh blog itu pada pembacanya. Ia mencontohkan, blog yang dibuat oleh Stephen Langitan yang menarik berbagi ATPM.

“Produsen tertarik beriklan karena mengulas dunia otomotif terutama roda dua sehingga pabrikan sepeda motor maupun oli terjun ke dalamnya,” ujarnya.

Namun begitu, dunia blog Indonesia juga diwarnai dengan maraknya iklan kurang mendidik. Rata-rata iklan ini menawarkan kaya mendadak melalui bisnis pengumpul uang dengan modal hanya ratusan ribu rupiah.

Enda menyayangkan banyaknya bloger yang tertarik dengan iklan kaya dalam waktu singkat seperti itu. Ia menilai hal seperti itu harus dihindari, karena sifatnya bohong dan penipuan.

“Blogger harus lebih didorong ke arah kewirausahaan di bidang internet. Bukan dengan menghalalkan segala cara untuk kaya mendadak,” imbuhnya. Namun Enda menyatakan tidak perlu regulasi untuk melarang hal seperti itu. Karena iklan seperti itu secara alami akan hilang dengan sendirinya.

Enda mengharapkan pemerintah masih bisa menurunkan tarif internet. Karena jika dibandingkan sesama negara berkembang lain, dengan tingkat harga yang dibayar di Indonesia seharusnya bisa mendapatkan kecepatan lebih tinggi.

“Tapi kondisi internet Indonesia masih lebih bebas dalam menyalurkan ekspresi. Di Asia Tenggara Indonesia masih bebas, jika dibandingkan negara seperti Vietnam atau Kamboja,” tambahnya.
sumber

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo