ICANN: Tiap Negara Miliki Satu Nama Domain

Tidak lama lagi, lembaga pengawas domain internet akan memutuskan kebijakan program internasionalisasi nama domain, atau yang biasa disebut dengan Fast Track. Sebuah kebijakan yang telah tertunda selama hampir satu dekade.

Program meng-internasionalkan nama domain telah diperkenalkan hampir satu dekade ini oleh organisasi pengawas nama domain (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers/ ICANN).

Dikutip melalui Yahoo Tech, Rabu (28/10/2009), jika mencapai kata sepakat, seluruh negara di dunia akan memiliki nama domain masing-masing, yang berfungsi sebagai identitas negara mereka di dunia maya. Hal ini memungkinkan internet dapat diakses oleh jutaan orang di Asia (China dan Korea) dan Timur Tengah (Arab), yang notabene memiliki bahasa dan karakter huruf penulisan yang berbeda.

"Di Seoul, kami berencana untuk mewujudkan rencana ini bersama-sama agar semua orang di dunia dapat dengan mudah mengakses internet, dengan bahasa dan karakter huruf berbeda yang mereka miliki," ujar CEO ICANN Rod Beckstrom.

ICANN sendiri telah melakukan penelitian sejak tahun 2000. Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa masing-masing negara harus memiliki nama domain sendiri (international domain name/ IDN). IDN ini nantinya akan dijajarkan bersama domain lainnya yang telah distandardisasi sejak tahun 2003 seperti .com, .gov, atau .net.

Program ini juga memungkinkan negara yang memiliki karakter huruf non-latin untuk menggunakan karakternya sendiri dalam penulisan nama domain. Menurut standar ISO 3166-1, saat ini terdapat 246 negara yang terdaftar sebagai pemilik kode internet yang berbeda.

Jika semua anggota ICANN sepakat maka program tersebut akan diberlakukan paling cepat tanggal 16 November tahun ini.
sumber

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo