Netbook Murah Bakal Bertahan?

netbookPasar netbook murah akan jenuh dengan makin banyaknya pemain lokal dan internasional. Netbook juga mendapat serbuan notebook ULV yang lebih bertenaga. Netbook bertahan sebagai komputer kedua dan mengandalkan dunia pendidikan.

Presiden Direktur Acer Indonesia Jason Lim mengatakan masuknya notebook ULV (ultra light voltage) yang unggul dalam performa tidak sampai membuat mini notebook atau netbook mati. Tapi pasar netbook justru akan makin ramai di mana model baru akan terus bermunculan baik merek lokal maupun internasional.

“Masih tersedia cukup room untuk netbook terutama untuk konsumen yang menjadikannya sebagai PC kedua,” katanya di Jakarta, kemarin. Ia mengatakan, dampak krisis tidak terlalu berpengaruh di Indonesia. Pada triwulan I notebook dan PC Acer mampu tumbuh di atas 20%. Acer sendiri berharap mendapat pertumbuhan tinggi dari produk dengan margin rendah.

“Notebook akan tumbuh pesat. Dari volume produk ini terus naik, tapi dari revenuenya flat,” katanya. Ia mengatakan akan terjadi lonjakan dalam volume notebook. Sama seperti di ponsel, notebook saat ini tidak hanya untuk bekerja, tapi juga gaya.

Begitu pula untuk mini notebook atau netbook juga masih tumbuh. Kategori produk itu baru muncul tahun lalu, dan terutama menargetkan segmen konsumen yang sudah memiliki PC. “Selain itu juga muncul segmen baru untuk anak SMP/SD,” papar Jason.

Brand Manager Consumer PT Acer Indonesia Husen Halim mengatakan munculnya notebook ULV tidak akan memakan pasar netbook. Karena posisi ULV ada di antara netbook maupun laptop. “Kalau netbook itu fungsinya untuk content consumption tapi notebook untuk content creation. Sedangkan ULV adalah untuk kedua-duanya,” paparnya.

Husen menolak harga laptop ULV yang makin mendekati harga netbook di kisaran Rp 5 jutaan akan membuat netbook kurang menarik. Menurutnya dari segi harga netbook akan selalu bisa lebih bersaing dari ULV.

“Acer juga menawarkan netbook dengan harga Rp 3,5 juta,” paparnya. Ia menegaskan ULV tidak hanya untuk notebook berharga murah. Namun beberapa vendor juga memasarkan notebook ULV dengan harga mahal, bahkan di atas Rp 10 juta.

Sementara periset pasar DisplaySearch memperkirakan penjualan netbook global pada triwulan kedua akan terjadi kenaikan 40% dibandingkan triwulan sebelumnya. Pertumbuhan netbook ini karena diposisikan sebagai perangkat belajar di sekolah. Selain itu untuk negara berkembang seperti China, India dan Amerika Latin di posisikan sebagai komputer low-cost entry level.

Lalu bagaimana dengan pasar netbook ke depan? Jason mengatakan pada semester kedua penjualan akan lebih tinggi. “Pasarnya akan semakin baik,” katanya. Sementara justru produk Tablet PC yang pemasarannya kurang baik. Tablet PC saat ini masih ekspansif dan di Asia pasarnya kurang mendukung. Karena tablet PC masih membutuhkan teknologi lebih tinggi di bidang layarnya.

sumber: inilah

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo