Netbook Merosot ke Bawah Rp 3 Juta?

netbookPenjualan lewat operator yang merupakan pendorong kesuksesan netbook di pasar global sulit diwujudkan di Indonesia. Pajak yang tinggi juga menyebabkan perangkat itu menjadi mahal di Indonesia. Akankah harganya di bawah Rp 3 juta?

Salah satu produsen yang sukses memasarkan notebook adalah Acer yang merupakan penjual terbesar kedua di dunia dengan pertumbuhan tercepat di antara lima pemain besar. Brand Manager Consumer Marketing Division PT Acer Indonesia Husen Halim mengatakan kerjasama dengan pihak operatorlah yang menjadikan Acer sukses di pasar global.

Tapi untuk menerapkan strategi penjualan lewat operator itu sulit dilakukan. Untuk memasarkan notebook lewat operator banyak kendala, terutama karena pelanggan di Indonesia berbeda dengan negara lain. “Beda dengan negara seperti Singapura, pelanggannya kebanyakan postpaid sementara di Indonesia adalah prepaid,” katanya di Jakarta, kemarin.

Akibatnya, netbook di Indonesia tidak pernah dipasarkan dengan subsidi operator di mana konsumen menandatangani kontrak dalam jangka waktu tertentu. Yang ada, produsen laptop bekerja sama dengan operator melakukan promosi dengan menawarkan produk lebih murah.

Country Manager Commercial Business Lenovo Indonesia Sandy Lumy memprediksikan segmen netbook akan terus tumbuh tahun ini. Salah satu pendorongnya adalah krisis ekonomi, selain kemudahan akses internet. “Akses mudah ke internet menjadi salah satu alasan konsumen membeli laptop,” jelasnya.

Sub notebook atau netbook dengan harga di bawah US$ 600, kata Sandy saat ini merupakan produk mainstream. Segmen itu, mengalami pertumbuhan sangat pesat. Lenovo tidak khawatir dengan beberapa merek netbook yang menawarakan harga murah.

Menurutnya masuknya beberapa netbook itu menunjukkan bahwa pasarnya memang besar. “Semakin banyak pemain akan semakin banyak konsumen yang tahu produk itu. Tapi penjualan Lenovo dengan harga di atas US$ 1.000 juga sangat besar,” imbuhnya.

Sementara dari segi harga, netbook cenderung terus turun. Saat ini netbook di pasaran dibanderol Rp 3 jutaan. Bahkan di pameran harganya malah ditawarkan dengan harga diskon menjadi Rp 2,9 juta.

Lalu apakah harga netbook bisa lebih murah lagi? Husen Halim mengatakan Acer menawarkan netbook dengan harga Rp 3,5 juta. Namun harganya akan sulit untuk lebih murah lagi.

Harga netbook tidak bisa dijangkau sebagian besar konsumen karena dikenakan pajak tinggi. Jika ada pengurangan pajak, harga netbook akan makin terjangkau. “Jika pajaknya turun dari 10% menjadi 5%, itu akan sangat membantu, di negara lain produk seperti netbook pajaknya juga rendah,” katanya.

Akibat pajak yang tinggi itu, kondisi netbook sama seperti ponsel. Di pasaran banyak beredar netbook black market, meskipun murah tapi tanpa dilengkapi dengan garansi resmi.

sumber: inilah

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo