Inikah 'Tameng' Telkomsel Hadapi Protes Pelanggan?

Telkomsel pastinya telah mempunyai persiapan, baik dari sisi teknis maupun legal, sebelum memutuskan bakal memangkas kuota bandwidth mobile broadband Flash. Terlebih jika kebijakan kurang populis ini sudah diprediksi dari awal akan mendapat tentangan dari berbagai pihak.

Nah, untuk menangkis 'serangan' tersebut, operator seluler terbesar di Indonesia ini tentu sudah menyiapkan 'tameng' untuk tempat berlindung. 'Tameng' itu bisa didapat dari mana saja, termasuk dari kontrak berlangganan Flash yang diterima dan ditandatangani pengguna di atas materai.

Hal ini didapat detikINET setelah dibocorkan pengguna Flash sendiri. Dalam Pasal 10 di Ketentuan Umum kontrak tersebut misalnya disebutkan, "Setiap saat selama perjanjian ini, TELKOMSEL berhak meninjau ulang layanan TELKOMSELFlash beserta tarif-tarif dan layanan lainnya yang berlaku".

Selain itu Pasal 5 di bagian Ketentuan Khusus juga menyebutkan, "Setiap saat selama berlakunya perjanjian ini, TELKOMSEL berhak untuk mengubah syarat dan ketentuan fair usage".

Jika dibaca dari kaca mata awam, kedua pasal di atas bisa saja dimanfaatkan Telkomsel untuk berdalih dari tuduhan telah merugikan pelanggan karena layanan yang mereka berikan sekarang bertentangan dengan apa yang dijanjikan di awal ketika konsumen mendaftar.

Pun demikian, tetap saja pelanggan adalah 'raja'. Meski kebijakan ini memiliki alasan yang kuat, namun karena kurang populis untuk pengguna, Telkomsel tetap menjadi pihak yang duduk di kursi terdakwa.

Sekalipun Telkomsel coba merayu dengan memberikan alasan bahwa pemangkasan kuota bandwidth ini juga untuk menghadirkan layanan broadband yang berkualitas, dan bukan menyediakan layanan yang seadanya seperti yang telah mereka kemukakan.

"Di sini saya kira suatu pernyataan yang sangat keliru dan mengada-ada. Justru dengan pemberlakuan kuota fair usage yang sekarang inilah yang membuat pelanggan merasa mendapatkan layanan yang seadanya," ketus salah seorang pengguna Telkomsel Flash.

Bahkan semenjak diberlakukannya 'penyunatan' tersebut, beberapa pengguna Telkomsel Flash lain justru mengeluhkan lambatnya koneksi layanan yang diklaim sebagai mobile broadband tersebut. Jangankan setara broadband, mencapai kecepatan 64 Kbps saja -- menurut pengakuan seorang pelanggan kepada detikINET -- jarang terjadi.

Pihak Telkomsel sendiri, usai mengirimkan keterangan alasan terkait penyunatan kuota bandwidth Flash beberapa waktu lalu, hingga saat ini masih belum bisa dimintai konfirmasi. Telepon tak pernah diangkat, SMS pun tak berbalas.

Sebelumnya, kuota fair usage Paket Basic Telkomsel Flash diturunkan menjadi 500 MB dengan kecepatan maksimum 256 kbps, Paket Advance turun menjadi 1 GB dengan kecepatan maksimum 512 kbps, serta Paket Pro tetap 2 GB dengan kecepatan maksimum 3,6 Mbps. Padahal sebelumnya, kuota yang diberikan untuk ketiga paket tersebut sama-sama 2 GB.

Bila penggunaan melebihi kuota, pelanggan memang tetap tidak dikenakan biaya tambahan. Hanya saja, secara otomatis kecepatan maksimum akan berubah. Paket Pro menjadi 128 kbps dan Paket Basic serta Advance menjadi 64 kbps.

sumber: detikINET

1 comment:

  1. Mendingan timbang Flexi yang penipu dan pengecut jika ada komplain dari pelanggan...

    ReplyDelete

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo