9 Alasan Pembeli 'Kabur' dari Toko Online

Saat ini sistem belanja online digandrungi banyak konsumen karena praktis. Namun terkadang, calon pembeli 'kabur' sebelum melakukan pembelian. Survei PayPal mengungkap alasan mengapa pembeli mengurungkan pembelian. Apa saja?

Para pedagang di Indonesia yang melayani penjualan untuk konsumen di luar negeri mungkin ingin mengetahui mengapa calon pembelinya 'kabur' sebelum melakukan pembelian. Survei dari Paypal menunjukkan bahwa ada sejumlah alasan mengapa pembeli kabur, yakni terkait biaya pengiriman yang mahal, masalah keamanan, dan kurangnya kenyamanan.

Dari survei yang melibatkan 553 responden di Amerika Serikat ini terungkap bahwa memasukkan biaya pengiriman dalam harga barang berpengaruh terhadap 40 persen responden untuk menyelesaikan pembelian.

Untuk membantu pedagang mendorong pembeli untuk membeli, PayPal telah mengumumkan fitur Express Checkout baru yang meliputi PayPal Instant Update API. Dengan merangkul API baru, pedagang dapat menampilkan rincian pesanan lebih awal dalam proses yang meliputi pilihan pengiriman, pilihan asuransi, dan jumlah pajak.

"Agar pembeli menyelesaikan pembelian mereka, sangat penting bagi pedagang membuat pengalaman pembayaran yang mudah dan transparan untuk masalah biaya," ujar Mario Shiliashki, General Manager PayPal Asia Tenggara dan India dalam keterangan resminya yang dikutip detikINET, Rabu (30/9/2009).

Shiliashki menambahkan, "PayPal Instant Update API baru kami akan membantu pedagang agar konsumen mendapatkan informasi yang mereka butuhkan sebelum pembelian untuk menarik penjualan."

Masalah ekonomi juga masih menjadi batu sandungan bagi pembeli untuk mengklik tombol "purchase". Sementara itu, lebih dari sepertiga responden meninggalkan pembayaran karena mereka tidak merencanakan semua pengeluaran tersebut.

Sedangkan lebih dari 25 persen responden meninggalkan situs untuk mencari kupon belanja. Namun, sepertiga pembeli kemudian kembali ke situs yang sama untuk membeli. 20 persen responden pada akhirnya pergi membeli barang tersebut di toko atau di situs web saingan.

"Selain masalah biaya, pedagang yang bertujuan menjual kepada audiens global perlu mempertimbangkan bahwa berbelanja online haruslah bebas masalah dan aman bagi pembeli," ungkap Shiliashki.

"Integrasi dengan vendor situs belanja, vendor hosting, dan metode pembayaran yang efisien layaknya PayPal membuat belanja lebih lancar bagi pembeli. Mempermanis transaksi dengan pengiriman gratis, kupon, dan diskon khusus juga merupakan cara hebat untuk mendorong pembeli online untuk menyelesaikan pembelian, utamanya saat musim liburan yang akan datang," pungkasnya.

Alasan Pembeli Membatalkan Pembelian:

1. Mahalnya biaya pengiriman: 46 persen
2. Ingin membandingkan toko: 37 persen
3. Kurangnya uang: 36 persen
4. Ingin mencari kupon: 27 persen
5. Ingin berbelanja offline: 26 persen
6. Tidak dapat menemukan pilihan pembayaran yang disukai: 24 persen
7. Barang tidak tersedia saat pembayaran: 23 persen
8. Tidak dapat menemukan dukungan konsumen: 22 persen
9. Khawatir akan keamanan data kartu kredit: 21 persen

sumber: detikINET

1 comment:

  1. Bagaimana kalau toko online kita bisa dipasarkan sampai ke masyarakat bawah?

    ReplyDelete

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo