BlackBerry Gemini Tinggal Menghitung Hari

BlackBerry GeminiResearch in Motion (RIM) telah menyerahkan surat pernyataan komitmen purna jualnya kepada Depkominfo. Dengan demikian, sumbat keran impor BlackBerry terbaru, Gemini, bisa segera dibuka dalam waktu dekat.

"RIM baru saja menyerahkan surat pernyataan mereka. Isinya sudah sesuai yang kami minta. Surat ini sudah saya teruskan kepada Pak Basuki (Yusuf Iskandar) selaku Plt Dirjen Postel dan Ketua BRTI," ungkap Kepala Pusat Informasi Depkominfo Gatot S Dewa Broto, kepada detikINET, Senin (31/8/2009).

Dalam surat pernyataan yang diminta pemerintah, RIM yang telah mengoperasikan Authorized Repair Facility BlackBerry bersama mitra lokal Teleplan, di Jakarta, pada 26 Agustus 2009 harus membubuhkan "hitam di atas putih" tentang kesanggupannya memberikan solusi total.

"Sehingga, setiap kerusakan pada BlackBerry, apapun tingkatnya, sudah cukup diperbaiki di Indonesia saja tanpa perlu dibawa ke luar negeri," kata Gatot.

Komitmen yang mengikat RIM secara hukum ini juga termasuk untuk memberikan garansi serta layanan purna jual pelanggan dalam setiap pengajuan sertifikasi perangkat yang akan dipasarkan secara komersil di Indonesia.

"Nah, surat ini akan jadi pegangan kami kalau nanti ada pelanggaran," kata Gatot. Dengan demikian, lanjutnya, lengkap sudah persyaratan yang harus dipenuhi RIM. Tinggal membereskan masalah administrasi saja.

"Begitu BRTI selesai rapat pleno terakhir, kami akan segera mengembalikan hak impor mereka. Kami akan segera mengirim surat ke Ditjen Bea Cukai dan Perdagangan Luar Negeri untuk mengizinkan barang masuk," lanjutnya.

Kalau seluruh administrasi sudah selesai, maka RIM bisa segera memasok varian terbaru mereka, yakni BlackBerry Gemini. "Itu tinggal menghitung hari saja," tandas Gatot.

sumber: detikINET

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo