Teknologi Informasi Mutlak Harus Ramah Lingkungan



Produk-produk teknologi infomasi yang muncul sekarang ini harus ramah lingkungan. Begitu ungkap Dr. Tau Leng, Manajer Umum Pemasaran Super Micro Computer pada saat seminar Green IT Progress and Vision di Hotel Borobudur, Jakarta. Kalau tidak, menurutnya, akan terjadi kerusakan lingkungan.

Tau Leng memaparkan kalau setiap tahun terjadi pengurangan es sekitar 8 persen. “Kalau ini terus terjadi, pada tahun 2060 tidak ada lagi es di daerah kutub,” jelasnya. Ia juga menjelaskan efek dari pencairan es ini. “Air laut akan naik sehingga kota New York akan tertutup air,” katanya.

Untuk itu, Tau Leng mengharapkan produk-produk Teknologi Informasi harus efisien dalam penggunaan listrik. Dua tahun lalu, katanya, masih banyak produk dengan efisiensi listrik 60 persen beredar. Sekarang ini, paling tidak efisiensi itu harus 80 persen lebih. “Tapi, itu masih belum cukup. Kita masih harus terus tingkatkan,” katanya.

Super Micro, kata Tau Leng, berusaha menjelaskan konsumen mereka agar menggunakan produk-produk server mereka diakui Tau Leng memiliki efisiensi paling tidak 80 persen. “Kami juga betul-betul memperhatikan bahan-bahan yang membangun server kami,” ungkap Tau Leng.

Super Micro juga menanamkan berbagai fitur yang membuat server mereka ramah lingkungan, antara lain adalah alat pengatur penggunaaan tegangan listrik, tata letak komponen yang memungkinkan pergerakan udara, kipas yang bisa bergerak dan mengatur arah angin, serta adanya peranti lunak untuk mengatur penggunan daya listrik.

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo