Penurunan Daya Beli Ponsel Sony Ericsson


“Penurunan daya beli ponsel Sonny Ericson ini dikarenakan adanya inflasi yang tinggi di negara Amerika Serikat dan trend ekonomi akhir-akhir ini cenderung melemah”, kata Djunadi Satrio selaku Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia
“Sony Ericsson tidak mempunyai masalah dengan produk yang kami punya, hal tersebut tidak mempengaruhi penjualan produk kami, kami hanya mengikuti trend pasar yang sedang berjalan”, kata Djunadi.

Ia juga menampik isu bahwa penurunan penjualan produk Sony Ericcson dikarenakan terbatasnya produknya dipasaran.
Sony Ericsson akan menerapkan strategi consumer-centric yang artinya Sony Ericsson membaca minat pasar. “Pada tahun 2005 lalu, Sony Ericsson merupakan vendor ponsel yang mengusung segmen musik pertama di Indonesia untuk produk W-800 dan vendor lain akhirnya ikut serta merambah segmennya”, kata Djunadi.
Sony Ericsson mempunyai empat kategori ponsel yaitu musik, imaging, lifestyle, dan mobile-web. “Harga ponsel yang terjangkau, dengan kisaran harga antara Rp500 ribu – Rp. 5,5 juta menjadi minat tersendiri bagi pasar ponsel tanah air. Ponsel G-900 dan G-700 merupakan ponsel yang banyak diminati dipasaran, begitu pula untuk HSDPA, G-502 dengan harga Rp 2,6 juta”, tambahnya.
Tantangan yang dihadapi oleh Sony Ericsson di Indonesia adalah banyaknya vendor ponsel baru dan perilaku konsumen yang sering mengganti ponselnya, tetapi Sonny Ericsson tetap optimis dapat berdiri kokoh dan tetap menjadi salah satu perusahaan ponsel terbaik di Indonesia. Sony Ericsson setiap saat akan meluncurkan inovasi-inovasi baru yang unik dibandingkan dengan para kompetitornya.

0 comments:

Copyright © 2012 Berita IT.
Blogger Template by Clairvo